Kami menawarkan solusi terpenting dalam melakukan "Optimalisasi Kinerja Manajemen di Perusahaan Anda".

LAPORAN SURVEY KARYAWAN PT. HAMPARAN LAUT BIRU TAHUN 2010
Tujuan
Survey merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk menghimpun informasi dan masukan dari sebagian atau seluruh populasi yang memiliki kesamaan kriteria atau perlakuan. Pada survey karyawan pihak manajemen bermaksud menghimpun data yang kemudian diolah sehingga diperoleh informasi dan masukan dari pihak karyawan dengan dimensi-dimensi atau indikator-indikator tertentu sebagai dasar evaluasi atas kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Dalam survey ini indikator-indikator survey dirancang sesuai dengan harapan manajemen. Adapun harapan yang diinginkan pihak manajemen melalui survey ini adalah untuk mengetahui, menilai dan mengevaluasi kepuasan para karyawan perihal perusahaan selama bekerja di PT. Hamparan Laut Biru. Melalui survey ini diharapkan dapat diperoleh masukan sebagai bahan pertimbangan manajemen guna merumuskan kebijakan periode mendatang sehingga tercapai keseimbangan harapan antara pihak karyawan dengan manajemen.
Metode
Metode analisis yang digunakan untuk menilai hasil survey ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Ditinjau berdasarkan sumbernya data yang akan dianalisis termasuk dalam katagori data primer. Data primer adalah data yang dihimpun langsung dari objek penelitian menggunakan kuesioner yang diisi oleh para karyawan. Hasil survey setelah dianalisis akan dinyatakan dalam angka “Indeks Kepuasan” dalam skala prosen yang menceminkan kepuasan karyawan secara keseluruhan.
Nilai Kritis Untuk Tingkat Kepuasan Karyawan
Dalam melakukan analsis data survey perlu ditentukan terlebih dahulu batasan nilai standard atau nilai kritis (cut off value). Nilai kritis diperlukan untuk memisahkan antara kelompok responden yang dinyatakan puas dan tidak puas. Untuk data normal, nilai kritis ideal adalah median (70.313). Lebih jelas mengenai pembagian daerah kepuasan dapat dilihat pada tabel berikut:
|
Nilai |
Score |
|
Min |
31.962 |
|
Median |
70.313 |
|
Max |
87.232 |
Dagi gambar di atas, dapat diketahui nilai kritis sebagai pembeda antara responden yang puas dan tidak puas adalah 70.313%. Kaidah yang berlaku dalam hal ini adalah:
· jika nilai jawaban responden menghasilkan nilai di bawah nilai 70.313% maka responden atau karyawan tersebut memberikan penilaian tidak puas terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
· jika nilai jawaban responden menghasilkan nilai di atas nilai 70.313% maka responden atau karyawan tersebut memberikan penilaian puas terkait pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Instrumen
Untuk survei ini, penyusunan instrumen ini didasarkan pada praktik terbaik internasional dalam hal survei kepuasan karyawan. Instrumen yang dimaksud adalah instrumen kuesioner untuk para paryawan, sebagai instrumen utama untuk menggali informasi secara mendasar terkait dengan kepuasan karyawan, dengan penekanan pada pemahaman faktor-faktor penentu kepuasan dan sekaligus untuk memperoleh masukan sederhana dari karyawan.
Sementara butir-butir pertanyaan kuesioner dibuat dalam bentuk pilihan ganda dimana setiap butir pertanyaan terdiri dari empat alternatif jawaban. Penilaian dilakukan dengan skala penilaian 1-4, arti dari masing-masing skala dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Skala 4 diartikan Sangat Setuju, dalam hal ini karyawan menilai dengan skala penilaian sangat tinggi/baik sekali. Kebijakan manajemen terhadap karyawan dinilai sangat sesuai dengan harapan karyawan.
- Skala 3 diartikan Setuju, dalam hal ini karyawan menilai dengan skala penilaian baik. Kebijakan manajemen terhadap karyawan dinilai sudah sesuai dengan harapan haryawan.
- Skala 2 diartikan Kurang Setuju, dalam hal ini karyawan menilai dengan skala penilaian kurang baik. Ada beberapa kebijakan manajemen terhadap karyawan yang dinilai perlu dibenahi.
- Skala 1 diartikan Tidak Setuju, dalam hal ini karyawan menilai dengan skala penilaian sangat tidak baik. Ada beberapa kebijakan manajemen terhadap karyawan yang dinilai sangat perlu dibenahi.
Dalam menjawab tiap-tiap pertanyaan karyawan melakukan penilaian dengan mengaitkan kesesuaian antara harapan mengenai fasilitas/kebijakan /sistem/benefit dengan kenyataan yang diterimanya.
Kesimpulan Hasil
1. Dari hasil analsis diperoleh nilai indeks kepuasan di PT. HAMPARAN LAUT BIRU secara keseluruhan adalah 69.357% dan ini masih di bawah nilai kritis 70.313%. Hal ini berarti secara keseluruhan para karyawan yang bekerja di PT. HAMPARAN LAUT BIRU masih merasa belum/tidak puas.
2. Berdasarkan hasil analsis diperoleh dimensi yang mencapai indeks kepuasan tertinggi adalah dimensi ke-11 mengenai Partisipasi Karyawan dengan nilai 83.205% (termasuk katagori puas). Dengan kata lain responden sudah menilai puas mengenai Partisipasi Karyawan. Sedangkan poin pertanyaan menghasilkan indeks kepuasan terendah adalah dimensi ke-8 mengenai Kebijakan Upah dengan nilai 58.409%. Maka dapat dikatakan berdasarkan jawaban responden kebijakan Upah belum memuaskan.
Saran
1. Seperti telah diketahui indeks kepuasan PT. HAMPARAN LAUT BIRU secara keseluruhan adalah 69.357% artinya menurut tanggapan para karyawan kondisi pada saat ini mengenai kepuasan kerja masih belum memuaskan harapan karyawan. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya dialog agar tercapai saling pengertian dan hubungan yang harmonis antara karyawan dengan pihak manajemen. Terutama mengenai Kebijakan Upah, Budaya Kerja/Organisasi, Jajaran Manajemen, Penghargaan Bagi Karyawan, Pengembangan Karier, Kegiatan Produksi, Pekerjaan Sekarang, Pengawasan Internal, Program serta Pelatihan & Pengembangan.
2. Baik secara keseluruhan maupun di masing-masing departemen atau lokasi kantor, perlu khusus dan intensif untuk mempertimbangkan aspirasi para karyawan agar tercapai kondisi saling memahmi antara pihak karyawan dengan manajemen.
Kami menawarkan jasa bantuan analisis yang berkaitan dengan analisis kepuasan karyawan dan konsumen. Selain itu, kami pun menawarkan bantuan bagi yang ingin mempelajari software statistika, yaitu SPSS / Eviews.
Copyright © 2010 PT SITEKNO · All Rights Reserved