Kami menawarkan solusi terpenting dalam melakukan "Optimalisasi Kinerja Manajemen di Perusahaan Anda".

Oleh:
Moh. Rojana Hamdan, ST., MM.
Semua Rumah Sakit tentunya ditunjang olah para dokter yang berhak meresepkan obat kepada pasien-pasiennya. Selanjutnya pasien atau keluarganya akan membawa resep tadi ke apotik untuk memperoleh obat yang telah diresepkan. Pada sekelompok masyarakat tertentu, umumnya karyawan perusahaan, biaya kesehatan termasuk pemeriksaan dokter dan obat tidak ditangung sendiri tetapi di-cover oleh perusahaan asuransi atau perusahaan tempat si pasien bekerja.
Di Rumah Sakit Pertamina Pulomas Jakrta Timur, terjadi fenomena setiap tahunnya biaya obat seringkali membengkak. Tercatat yang tertinggi adalah penggunaan obat-obatan Anti Biotik, sehingga pihak asuransi atau perusahaan penangung memutuskan untuk melakukan upaya guna menekan biaya obat-obatan kelompok Anti Biotik. Selanjutya, pihak asuransi dan perusahaan mencoba melakukan pendekatan dengan para dokter dan menghimbau untuk meresepkan Anti Biotik Generik. Dan himbauan tersebut disampaikan kepada para dokter tetap maupun dokter mitra.
Setelah berjalan sekitar delapan bulan sejak dihimbau kepada para dokter untuk meresepkan Anti Biotik generik, penulis diundang untuk menganalisis efektifitas hasil yang telah dicapai. Berikut adalah perbandingan growth penggunaan anti biotik generik antara sebelum dan setelah dilakukan anjuran kepada para dokter dengan row data mengacu pada jumlah hari yang diamati.
Dilihat dari pergerakan data akumulasi penggunaan antibiotik generik baik sebelum maupun setelah anjuran terlihat keduanya bergerak secara eksponensial. Dari data yang diperoleh dari perusahaan asuransi juga diketahui bahwa setelah anjuran pertumbuhan penggunaan antibiotik generik lebih besar dibandingkan sebelum anjuran.
Namun muncul pertanyaan apakah data tersebut membuktikan perubahan karakter atau perilaku para dokter dalam meresepkan antibiotik generik??? Hal ini perlu dibuktikan secara statistik dengan membandingkan perilaku diantara kedua kelompok dokter yang ada di RS Pertamina Pulomas dan juga dengan membandingkan growth antara kedua periode tersebut.
Analisis Perbandingan Perilaku Antara Kelompok Dokter Tetap Dengan Dokter Mitra Dalam Meresepkan Antibiotik Generik
Berikut adalah hasil perbandingan perilaku diantara dua kelompok dokter dalam meresepkan antibiotik generik sebelum ada anjuran untuk meresepkan anti biotik generik.
|
Penilaian Statistik |
Dokter Tetap |
Dokter Mitra |
Interpretasi |
|
N |
110.000 |
156.000 |
|
|
Mean |
0.100 |
0.064 |
Sebelum anjuran Dokter Tetap sudah Lebih Merekomendasikan Anti Biotik generik. |
|
t tabel |
1.645 |
Karena t hitung > t tabel, artinya terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan Anti Biotik generik. |
|
|
t hitung |
3.715 |
||
|
Sig. |
0.000 |
||
Dari hasil perhitungan dengan t-test diketahui diantara dua kelompok dokter di RS Pertamina sebelum ada anjuran terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan Anti Biotik generik. Dalam hal perilaku meresepkan anti biotik, ternyata sebelum ada anjuran kelompok dokter tetap sudah lebih mengutamakan untuk meresepkan anti biotik generik ketimbang kelompok dokter mitra.
Selanjutnya, berikut adalah hasil perbandingan perilaku diantara dua kelompok dokter dalam meresepkan antibiotik generik setelah ada anjuran untuk meresepkan anti biotik generik.
|
Penilaian Statistik |
Dokter Tetap |
Dokter Mitra |
Interpretasi |
|
N |
101.000 |
145.000 |
|
|
Mean |
0.096 |
0.067 |
Setelah anjuran pun Dokter Tetap masih Lebih Merekomendasikan AB Generik |
|
t tabel |
1.645 |
Karena t hitung > t tabel, artinya terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan antibiotik generik. |
|
|
t hitung |
2.786 |
||
|
Sig. |
0.006 |
||
Dari hasil perhitungan dengan t-test diketahui diantara dua kelompok dokter di RS Pertamina setelah ada anjuran tetap terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan Anti Biotik generik. Dalam hal ini kelompok dokter tetap masih lebih mengutamakan untuk meresepkan anti biotik generik ketimbang kelompok dokter mitra.
Dan berikut adalah hasil perbandingan perilaku diantara dua kelompok dokter dalam meresepkan antibiotik generik secara keseluruhan.
|
Penilaian Statistik |
Dokter Tetap |
Dokter Mitra |
Interpretasi |
|
N |
211.000 |
301.000 |
|
|
Mean |
0.098 |
0.065 |
Secara keseluruhan Dokter Tetap Lebih Merekomendasikan AB Generik |
|
t tabel |
1.645 |
Karena t hitung > t tabel, artinya terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan antibiotik generik. |
|
|
t hitung |
4.610 |
||
|
Sig. |
0.000 |
||
Dari hasil perhitungan dengan t-test diketahui secara keseluruhan tetap terdapat perbedaan growth yang signifikan antara kelompok dokter tetap dengan dokter mitra dalam meresepkan Anti Biotik generik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dokter tetap lebih mengutamakan untuk meresepkan anti biotik generik ketimbang kelompok dokter mitra.
Dari hasil analisis perbandingan antara kelompok dokter tetap dan dokter mitra dapat disimpulkan bahwa sebelum dan setelah anjuran tidak terjadi perubahan perilaku dari kedua kelompok dokter dalam meresepkan antibiotik generik.
Analisis Perbandingan Penggunaan Antibiotik Generik Antara Sebelum Dan Setelah Anjuran
Setelah dianalisis dengan uji perbandingan (uji-t) diperoleh hasil perbandingan penggunaan antibiotik generik sebelum dan setelah anjuran di RS Pertamina Pulomas. Berikut adalah output dari pengujian yang dilakukan.
|
Penilaian Statistik |
Sebelum Anjuran |
Setelah Anjuran |
Interpretasi |
|
N |
266 |
246 |
|
|
Mean |
0.0788 |
0.0786 |
Secara keseluruhan antara sebelum dan setelah anjuran rata-rata pertumbuhan (growth) penggunaan antibiotik tidak menunjukan perbedaan yang berarti. |
|
t tabel |
1.645 |
Karena t hitung < t tabel, artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk growth anti biotik generik antara sebelum dan setelah anjuran. |
|
|
t hitung |
0.039 |
||
|
Sig. |
0.969 |
||
Dari hasil perhitungan dengan t-test diketahui secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan growth Anti Biotik generik yang signifikan antara sebelum dan setelah anjuran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dokter tetap lebih mengutamakan untuk meresepkan anti biotik generik ketimbang kelompok dokter mitra.
Hasil Analisis
1. Terdapat perbedaan perilaku antara kelompok dokter tetap dengan kelompok dokter mitra dalam hal meresepkan antibiotik. Hal ini terjadi baik sebelum dan setelah anjuran kepada semua dokter untuk lebih mempriotitaskan antibiotik generik.
2. Perilaku masing-masing kelompok dokter baik sebelum dan setelah anjuran tidak mengalami perubahan. Dimana kelompok dokter tetap cenderung lebih mempriotitaskan antibiotik generik.
3. Sebagai dampak akibat perilaku kedua kelompok dokter tidak mengalami perubahan, maka penggunaan antibiotik generik baik sebelum maupun setelah anjuran tidak menunjukan perbedaan yang signifikan.
4. Dengan demikian upaya untuk memprioritaskan penggunaan antibiotik generik melalui anjuran dapat dikatakan tidak efektif.
Kami menawarkan jasa bantuan analisis yang berkaitan dengan analisis kepuasan karyawan dan konsumen. Selain itu, kami pun menawarkan bantuan bagi yang ingin mempelajari software statistika, yaitu SPSS / Eviews.
Copyright © 2010 PT SITEKNO · All Rights Reserved